TEORI SASTRA MAKRO
PORTOFOLIO I
Disusun
Oleh:
KRISTINAWATI (16110001)
Kelas
A
JURUSAN BAHASA
DAN SASTRA ARAB
FAKULTAS ADAB
DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2018
1. HISTORISITAS ATAU
LATAR BELAKANG MUNCULNYA TEORI STRUKTURALISME GENETIK
Strukturalisme genetik merupakan teori yang lahir dibawah payung
sosiologi sastra. Strukturalisme lahir dari seorang sosiolog Prancis, Lucien
Goldmann. Kemunculannya disebabkan adanya ketidakpuasaan terhadap pendekatan strukturalisme,
yang kajiannya hanya menitikberatkan pada unsur-unsur instrinsik tanpa
memperhatikan unsur-unsur ekstrinsik karya sastra, sehingga karya sastra
dianggap lepas dari konteks sosialnya.[1]
Strukturalisme
genetik memperbaiki kelemahan pendekatan Strukturalisme, yakni dengan
memasukkan faktor genetik di dalam memahami karya sastra. Goldmann bermaksud
menjembatani antara pendekatan strukturalisme (instrinsik) dengan pendekatan
sosiologi (ekstrinsik).
Hakikatnya karya sastra selalu berkaitan dengan masyarakat dan sejarah
turut mengkondisikan penciptaan karya sastra, walaupun tidak sepenuhnya di
bawah pengaruh faktor luar tersebut. menurut Goldmann, struktur itu bukanlah
sesuatu yang statis melainkan merupakan produk dari sejarah yang berlangsung,
proses strukturasi dan destrukturasi yang hidup dan dihayati oleh masyarakat
asal karya sastra yang bersangkutan (Faruk, 1999b:12).
Sehingga bila
disimpulkan, latar belakang lahirnya teori strukturalisme genetik adalah :
1.
Karya sastra merupakan alam
pikiran dari penulis, gagasan dan pemikiran yang muncul dari penulis tersebut
dapat dituangkan dalam karya sastra.
2.
Karya sastra menjadi media
pemikiran.
3.
Karya sastra itu instusi sosial
atau lembaga sosial.
4.
Teori strukturalisme genetik
menghistoriskan sebuah realitas.
5.
Karya sastra mempunya
masyarakat sebagai pendukungnya.
2.
UNSUR-UNSUR INTERNAL TEKS
MENURUT TEORI STRUKTURALISME GENETIK
Unsur instrinsik dalam teori strukturalisme genetik dipandangan sebagai
dasar pemijakan awal dalam proses penelitiannya. Unsur-unsur tersebut adalah :
1.
Tema : unsur misi sebuah cerita
2.
Karakter : unsur penyusung
amanat
3.
Alur : unsur memungkinkan
amanat sampai tujuan
4.
Setting :
unsur waktu adalah unsur kapan
terjadinya plot
unsur tempat adalah unsur
dimana terjadinya plot
unsur suasana adalah unsur
keadaan terjadinya plot
5.
Sudut pandang : unsur bagaimana
cerita dimulai
6.
Gaya bahasa : ungkapan yang
terjalin dari awal hingg akhir
3.
UNSUR-UNSUR EKSTERNAL TEKS
MENURUT TEORI STRUKTURALISME GENETIK
Unsur eksternal dalam teori
strukturalisme genetik dipandnag sebagai asal usul karya sastra tersebut
diciptakan.
Yakni mencakup : historis,
sosial, ekonomi, politik, lingkungan, pengarang, masyarakat, pendidikan, dan
kemanusian.
4. PENDEKATAN TEORI
STRUKTURALISME GENETIK
Pendekatan teori strukturalisme genetik
mempercayai bahwa karya sastra itu merupakan sebuah struktur yang terdiri dari
perangkat kategori yang saling berkaitan satu sama lainnya sehingga membentuk
yang namanya strukturalisme genetik, kategori yang dimaksud adalah fakta
kemanusian yang berarti struktur yang bermakna dari segala aktivitas atau
prilaku manusia baik yang verbal maupun yang fisik yang berusaha dipahami oleh
pengetahuan sebagaimana yang telah diungkapkan Goldmann bahwa kategori tersebut
bertalian satu sama lain, kategori tersebut adalah fakta kemanusian, pandangan
dunia, pemahaman dan penjelasan.[2]
Pendekatan
strukturalisme genetik, memandang karya sastra dari dua sudut, yaitu intrinsik
dan ekstrinsik. Karena itu,
karya sastra tidak akan dapat dipahami secara utuh jika keseluruhan kehidupan
masyarakat yang telah melahirkan teks sastra diabaikan begitu saja. Pengabaian unsur masyarakat, mengakibatkan penelitian menjadi
pincang. Berdasarkan hal-hal di atas, Goldmann memberikan rumusan penelitian
strukturalisme genetik ke dalam tiga hal, yakni: (1) penelitian terhadap karya
sastera seharusnya dilihat sebagai suatu kesatuan; (2) karya sastera yang
diteliti seharusnya karya sastera yang bernilai sastera, yaitu karya sastera
yang mengandung tegangan (tension) antara keragaman dalam kesatuan dan
keseluruhan (a coherent whole); dan (3) dianalisis dengan latar belakang
sosial.
Secara definitif, Goldmann
menjelaskan pandangan dunia sebagai ekspresi psike melalui hubungan dialektis,
kolektifitas tertentu dengan lingkungan sosial dan fisik, dan terjadi dalam
periode bersejarah yang panjang. Pandangan dunia dipermasalahkan dalam berbagai
disiplin, dan dengan sendirinya dengan definisi yang berbeda-beda. Pandangan
dunia sebagaimana dimaksudkan dalam karya satra, khusunya menurut visi
strukturalisme genetik yang berfungsi untuk menunjukkan kecenderungan
kolektifitas tertentu.
Teknik analisis yang digunakan
dalam strukturalisme genetik adalah model dialektik yang melingkar. Model ini
mengutamakan makna koheren (saling berhubungan). Menurut Goldmann, teknik pelaksanaan metode
dialektik yang melingkar berlangsung sebagai berikut. Pertama, peneliti
membangun sebuah model yang dianggapnya memberikan tingkat probabilitas
tertentu atas dasar bagian. Kedua, ia melakukan pengecekan terhadap model
tersebut dengan membandingkannya dengan keseluruhan dengan cara menentukan hal
sebagai berikut
1.
Sejauh mana setiap unit yang
dianalisis tergabungkan dalam hipotesis yang menyeluruh
2.
Daftar elemen-elemen dan
hubungan-hubungan baru yang tidak diperlengkapi dengan model semula
3.
Frekuensi elemen-elemen dan
hubungan-hubungan yang diperlengkapinya dalam model yang sudah dicek itu
Setelah menelaah karya sastra
dari ketiga langkah ini, maka akan didapati benang merah yaitu makna totalitas.
Makna totalitas, merupakan sebuah harapan maksud yang ingin disampaikan oleh
pengarang.
5.
ASUMSI TEORI STRUKTURALISME
GENETIK TERHADAP SEBUAH KARYA SASTRA
Goldmann menyebutkan bahwa ia percaya karya sastra merupakan sebuah
struktur, akan tetapi struktur tersebut bukanlah sesuatu yang statis (diam),
melainkan merupakan produk dari proses sejarah yang terus menerus berlangsung.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa karya sastra itu agung, besar, kuat, dan
menjadi syarat dalam penelitian strukturalisme genetik.
Goldmann
mengemukakan dua pendapat mengenai karya sastra pada umumnya. Pertama, bahwa
karya sastra merupakan ekspresi pandangan dunia secara imajiner. Kedua, bahwa
dalam usahanya mengekspresikan pandangan dunia itu pengarang menciptakan
semesta tokoh-tokoh, objek-objek, dan relasi-relasi secara imajiner. Goldmann
juga menyatakan bahwa karya sastra adalah konsep struktur yang memiliki arti.
Karena memiliki struktur, karya sastra harus koheren atau cenderung koheren.
Karena memiliki arti, karya sastra berkaitan dengan usaha manusia memecahkan
persoalan-persoalannya dalam kehidupan sosial yang nyata. [3]
Menurut Goldmann
yang kuat adalah yang punya kesatuan dan keragaman yang didalamnya saling
berkaitan sehingga membentuk teori ini, yakni fakta kemanusian, subjek
kolektif, strukturasi, dan pandangan dunia.
6.
METODE ATAU PROSEDUR
OPERASIONAL TEORI STRUKTURALISME GENETIK
Metode atau prosedur
operasional penelitian teori strukturalisme genetik :
1.
Membentuk teks yang dipakai
sebagai objek kajian dengan membandingkan teks secara filosofi dari awal hingga
akhir
2.
Menentukan fokus opbjek kajian
yaitu makna totalitas teks dengan merumuskan pandangan dunia kemudian
menganalisis struktur teks dan menghubungkannya dengan struktur sosial teks.
3.
Melakukan kajian pustaka yang
mendukung penulisan dan pembahasan mengenai teks seperti buku-buku sosial
budaya baik tentang keadaan masyarakat pada masa tersebut, atau karya lain dari
pengarangnya untuk mengetahui informasi adanya keterkaitan hubungan antar teks.
4.
Manganalisis objek kajian
dengan teori strukturalisme genetik dan metode dialektis.
Metode atau prosedur
lain adalah :
1.
Membangun teori strukturalisme
genetik sesuai dengan genre yang diteliti
2.
Melakukan pembacaan cermat,
mencatat unsur struktur didalamnya.
3.
Studi diawali dengan kajian
unsur instrinsik sebagai data awal.
4.
Hubungkan unsur instrinsik
dengan realitas masyarakat saat sastra tersebut diciptakan.
5.
Peristiwa penting dari zamannya
dihubungkan dengan unsur instrinsik karya sastra tersebut.
7. KELEBIHAN TEORI
STRUKTURALISME GENETIK
Kelebihan teori strukturalisme genetik kalau
dibandingkan dengan strukturalisme murni dan dinamik, strukturalisme genetik
memiliki keunggulan yang dominan ketimbang kedua teori tersebut, strukturalisme
genetik dikembnagkan atas dasar penolakan terhadap strukturalisme murni yang
mengkaji karya sastra terhadap unsur internalnya saja. Strukturalisme genetik
menolak peranan bahasa sastra sebagai bahasa sayang khas. Melihat bahwa peranan
pembaca dan penulis dalam rangka komunikasi sastra, dan strukturalisme genetik
melangkah lebih jauh struktur sosial dan karya sastra dapat dipahami dari
asalnya dan terjadinya. [4]
8.
KELEMAHAN TEORI STRUKTURALISME
GENETIK
Karya sastra yang diteliti hanya karya sastra
yang agung dan kuat, karena akan ada pembatasan analisis dan syarat dalam
standar teori ini.
9.
TEORI STRUKTURALISME GENETIK
LUCIAN GOLDMANN
Teori strukturalisme genetik Lucian Goldmann
mengukuhkan adanya hubungan antara sastra dengan masyarakat melalui pandangan
dunia atau ideologi yang diekspresikanya.[5]
Goldmann lebih tertarik kepada struktur sebuah karya sastra dibandingkan dengan
isinya. Sedangkan istilah genetik ia gunakan karena ketertarikannya terhadap
pemahaman sebagaimana historis memproduksi sebuah struktur mental. Dalam hal
ini dapat dikatakan bahwa Goldmann lebih memperhatikan hubungan antara suatu
karya sastra dengan kondisi historis dilahirkannya. Akan tetapi, beberapa
kritik terhadapnya menunjukkan bahwa teori tersebut masih terlalu sederhana
untuk memahami dan menjelaskan fenomena sosial sastra.
10. APLIKASI TEORI STRUKTURALISME GENETIK LUCIAN
GOLDMANN
DALAM CERPEN KARYA
JABBAR YASIN HUSSEIN YANG BERJUDUL PERPISAHAN
1.
BAB 1 UNSUR INTERNAL
(STRUKTURAL)
·
Tema : kesedihan seorang anak
“Aku” akan kehilangan kebahagian dan berusaha mengembalikan cerita masa
lalunya.
·
Karakter :
(Aku)
a.
Aku : seorang anak yang sedih
kehilangan kebahagian, rumah dan identitas.
b.
Aku : seorang anak yang pergi
dari rumahnya.
(Ibu)
a.
Pengiba dan sedih saat
kepergian anaknya.
(Saudara Perempuan)
a.
Penuh kasih sayang pada tokoh
Aku dan sedih saat ditinggal.
(Istri Saudara )
a.
Tegar
(Kakak Laki-laki )
a.
Tegar
(Ayah)
a.
Tegar
·
Waktu : sore hari
·
Tempat : di rumah
·
Suasana : hening dan haru
·
Plot : maju-mundur
2.
BAB 2 UNSUR EKSTERNAL
·
BIODATA PENULIS
Jabbbar Yasin
Hussein lahir tahun 1954 di Bagdad, Iraq. Ia bergabung dalam partai komunis
pada usia 14 tahun. Ia berulang kali disiksa karena kegiatan politiknya, dan
dia juga pernah menjabat sebagai ketua komunis Bagdad. Jabbar Yasin menempuh
pendidikan di Universitas Bagdad, lalu bekerja sebagai wartawan, kemudian
dilarang. Ia juga aktiv menulis novel, cerpen, puisi, dan dongeng untuk
anak-anak. Jabbar juga sempat larikan diri dan diasingkan ke Prancis, di sana
ia mendirikan jurnal “Aswad” yang mengkritik kepemimpinan Presiden Iraq saat
itu yakni Saddam Husein. Banyak terjemahan dari puisinya dari bahasa Arab ke
bahasa Perancis. Beberapa hadiah dan penghargaan diterimanya salah satunya
sebagai “Author Grenzen” tahun 2004. Gaya kepenulisan Jabbar sendiri dalam
teksnya berurusan dengan trauma pengasingan, kehilangan rumah dan identitas,
baik rumah dan penghasilan, tidak ada unsur mistik, namun tidak dapat mengatasi
nostalgia terhadap masa lalu, ia juga sulit menerima hal-hal baru selama
pengasingan.
kepemimpinan dari Saddam Hussein adalah Otokratis dan Militeristis.
Dia telah memimpin Irak dari tahun 1979-2003. Dia adalah seorang diktaktor Irak
dan salah satu pemimpin dunia yang paling keras terutama pada Amerika Serikat
dan Israel.Seperti ciri dari pemimpin yang otokratis, Saddam dalam memimpin Irak memiliki ambisi pribadi, dia ingin menjadi penguasa, tak hanya penguasa Irak tapi juga penguasa Arab. Saddam rela menggunakan berbagai cara untuk melanggengkan ambisinya tersebut, termasuk dengan cara-cara represif. Dia tanpa segan melakukan tindakan represif pada orang-orang maupun pihak yang berseberangan dengannya. Selama masa pemerintahannya, ia kerap kali melakukan manuver yang cukup ekstrim. Ia menganggap bawahannya sebagai alat untuk dapat mewujudkan ambisinya. Seperti namanya, Saddam adalah orang yang keras kepala dan tidak mau menerima saran atau kritik dari bawahannya apabila itu berseberangan dari tujuannya. Dia telah membawa Irak menjalani peperangan tiada akhir, seperti perang Teluk 1 dan perang Teluk 2.
Sikap represif dari Saddam Hussein banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak, pihak terdepan adalah Amerika Serikat. Ia harus menerima konsekuensi dari sikapnya tersebut. Banyak peringatan dari PBB maupun pengerahan militer dari AS harus ia rasakan, disini pihak yang paling merasakan dampak dari sikap egois Saddam adalah masyarakat Irak yang tak bersalah. Dan dari sinilah Saddam mulai dibenci dan dukungan terhadapnya mulai berkurang.
Saddam Hussein juga memiliki ciri pemimpin yang militeristis. Untuk mewujudkan ambisinya pasti ia menuntut tak hanya dirinya sendiri, tapi juga bawahannya untuk selalu disiplin. Disiplin dalam segala hal terutama disiplin memanfaatkan waktu. Ia sering menggunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya. Tak salah jika ia adalah pemimpin yang ditakuti pada masanya.
·
Isu sosial
Saat tahun 1976,
masa dimana Jabbar Hussein hidup dan diasingkan adalah saat kepemimpinan
presiden Iraq, Sadam Hussein. Kepemimpinan Saddam Hussein sendiri mulai tahun
1968-2003), banyak terjadi peperangan oleh kaum komunis yang ingin
menggulingkan rezim kepresidenan. Hingga Jabbar sendiri diasingkan ke Perancis
akibat presiden saat itu khawatir kepimpinan beliau.
·
Alasan kepenulisan Cerpen
Cerpen ini ditulis karena
dilatar belakangi oleh keadaan penulis yang merasa trauma, diasingkan,
kehilangan rumah dan identitas, serta penghasilan. Hal tersebut memiliki
kesamaan dalam tokoh “Aku” yang kehilangan rumah, keluarga, cinta, harta, dan
identitas. Dapat diambil kesimpulan bahwa cerpen ini adalah representasi dari
kehidupan penulis sebenarnya.
·
Isu politik
Masa kepemimpinan Saddam Huseein dinilai menjadi
masa kepemimpinan yang diktator, semua elemen harus tunduk pada kebijakan dan
perintah yang buatnya, sehingga masyarakat sering melakukan proses sebagai
wujud dari ketidakpuasaan dari kepemimpinannya, munculah kelompok kaum komunis
yang menjadi kaum kontra dalam kebijakannya, Saddam Husein merasa khawatir akan
hal tersebut sehingga memerintahkan pasukannya untuk memerangi kelompok
tersebut.
Pada 1976, Saddam tampil sebagai
figur militer paling kuat di angkatan bersenjata Irak. Dia pun dengan cepat
beralih menjadi aktor yang memainkan peran penting di tubuh pemerintahan pada
masa itu.Pada 1979, Saddam resmi memegang tampuk kekuasaan di Irak. Di bawah
pemerintahannya, Irak segera berubah menjadi negara terkuat di Timur Tengah
untuk beberapa masa lamanya.
addam dikenal otoriter dan berkuasa
melebihi sepupunya, Hasan. Ia banyak melakukan aksi represif terhadap rakyat
Irak dan mulai membangun jaringan polisi rahasia serta menyingkirkan
pihak-pihak yang tidak tunduk padanya. Lambat laun, ayah dari lima orang anak
ini mulai menguasai pemerintahan dan berhasil menyingkirkan Hasan al-Bakr. Ia
menggantikan posisi Hasan sebagai presiden yang mulai berkuasa pada tahun 1979.
Saddam condong terpusat pada
pekerjaan, dia memberikan petunjuk pada bawahan, selalu mengadakan pengawasan
secara ketat terhadap bawahan , dia juga meyakinkan pada bawahan untuk
melakukan tugas sesuai keinginannya serta lebih menekankan pada pelaksanaan
tugas daripada pembinaan dan pengembangan bawahannya.
kepemimpinan dari Saddam Hussein adalah Otokratis dan Militeristis.
Dia telah memimpin Irak dari tahun 1979-2003. Dia adalah seorang diktaktor Irak
dan salah satu pemimpin dunia yang paling keras terutama pada Amerika Serikat
dan Israel.Seperti ciri dari pemimpin yang otokratis, Saddam dalam memimpin Irak memiliki ambisi pribadi, dia ingin menjadi penguasa, tak hanya penguasa Irak tapi juga penguasa Arab. Saddam rela menggunakan berbagai cara untuk melanggengkan ambisinya tersebut, termasuk dengan cara-cara represif. Dia tanpa segan melakukan tindakan represif pada orang-orang maupun pihak yang berseberangan dengannya. Selama masa pemerintahannya, ia kerap kali melakukan manuver yang cukup ekstrim. Ia menganggap bawahannya sebagai alat untuk dapat mewujudkan ambisinya. Seperti namanya, Saddam adalah orang yang keras kepala dan tidak mau menerima saran atau kritik dari bawahannya apabila itu berseberangan dari tujuannya. Dia telah membawa Irak menjalani peperangan tiada akhir, seperti perang Teluk 1 dan perang Teluk 2.
Sikap represif dari Saddam Hussein banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak, pihak terdepan adalah Amerika Serikat. Ia harus menerima konsekuensi dari sikapnya tersebut. Banyak peringatan dari PBB maupun pengerahan militer dari AS harus ia rasakan, disini pihak yang paling merasakan dampak dari sikap egois Saddam adalah masyarakat Irak yang tak bersalah. Dan dari sinilah Saddam mulai dibenci dan dukungan terhadapnya mulai berkurang.
Saddam Hussein juga memiliki ciri pemimpin yang militeristis. Untuk mewujudkan ambisinya pasti ia menuntut tak hanya dirinya sendiri, tapi juga bawahannya untuk selalu disiplin. Disiplin dalam segala hal terutama disiplin memanfaatkan waktu. Ia sering menggunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya. Tak salah jika ia adalah pemimpin yang ditakuti pada masanya.
3.
FAKTA KEMANUSIAN
Kesedihan yang mendalam yang dirasakan oleh tokoh
“Aku” yang kehilangan materi dan non materi diakibatkan oleh kekejaman
pemimpinan yang ada. Lingkungan yang selalu berperang, pemerintah yang
melakukan banyak kekerasaan pada masyarakat, sehingga kematian, pembunuhan,
penembakan oleh miler ditengah jalan, adanya pemukulan, menjadi motivasi untuk
menulis cerpen ini, fakta-fakta yang ditemui dan dirasakan menjadi bahan untuk
mengarang.
4.
OBJEK KOLEKTIF
5.
PANDANGAN DUNIA
Pandangan dunia pengarang dalam cepen tersebut
yaitu pengarang mempunyai rasa simpati pada nasib yang mengerikan dialami oleh kaumnya dalam kepemimpinan
Saddam Huseein, lebih dari itu, pengarang ingin memberitakan kepada khalayak
ramai bagaimana penderitaan orang-orang diasingkan jauh dari rumahnya,
kehilangan materi dan non materi, kepanikan dan ketakutan kaumnya, banyaknya
terjadi penembakan, pembunuhan, pemukulan, dan kejahatan oleh pasukan militer
yang dilakukan di jalan.
[1]https://pusatbahasaalazhar.wordpress.com/pesona-puisi/teori-strukturalisme-genetik diakses
pada 28
Oktober 2018 pukul 21.33
[2] https://aliyahmuthoharoh.web.unair.ac.id/artikel-detail-umum-teori strukturalisme
genetik/, diakses pada 28 Oktober 2018 pukul 22.27
[4] https://kompasiana.com/ukonpurnudia/artikel-detail-umum-teori
strukturalisme genetik-dalam penelitian-sastra/, diakses pada 28 Oktober 2018 pukul 22.27

Komentar
Posting Komentar