Langsung ke konten utama

makalah tentang teori strukturalisme genetik lengkap



TEORI SASTRA MAKRO
PORTOFOLIO I
 




Disusun Oleh:

KRISTINAWATI (16110001)

Kelas A



JURUSAN BAHASA DAN SASTRA ARAB
FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2018

1.      HISTORISITAS ATAU LATAR BELAKANG MUNCULNYA TEORI STRUKTURALISME GENETIK

Strukturalisme genetik merupakan teori yang lahir dibawah payung sosiologi sastra. Strukturalisme lahir dari seorang sosiolog Prancis, Lucien Goldmann. Kemunculannya disebabkan adanya ketidakpuasaan terhadap pendekatan strukturalisme, yang kajiannya hanya menitikberatkan pada unsur-unsur instrinsik tanpa memperhatikan unsur-unsur ekstrinsik karya sastra, sehingga karya sastra dianggap lepas dari konteks sosialnya.[1]
Strukturalisme genetik memperbaiki kelemahan pendekatan Strukturalisme, yakni dengan memasukkan faktor genetik di dalam memahami karya sastra. Goldmann bermaksud menjembatani antara pendekatan strukturalisme (instrinsik) dengan pendekatan sosiologi (ekstrinsik).
Hakikatnya karya sastra selalu berkaitan dengan masyarakat dan sejarah turut mengkondisikan penciptaan karya sastra, walaupun tidak sepenuhnya di bawah pengaruh faktor luar tersebut. menurut Goldmann, struktur itu bukanlah sesuatu yang statis melainkan merupakan produk dari sejarah yang berlangsung, proses strukturasi dan destrukturasi yang hidup dan dihayati oleh masyarakat asal karya sastra yang bersangkutan (Faruk, 1999b:12).
Sehingga bila disimpulkan, latar belakang lahirnya teori strukturalisme genetik adalah :
1.     Karya sastra merupakan alam pikiran dari penulis, gagasan dan pemikiran yang muncul dari penulis tersebut dapat dituangkan dalam karya sastra.
2.     Karya sastra menjadi media pemikiran.
3.     Karya sastra itu instusi sosial atau lembaga sosial.
4.     Teori strukturalisme genetik menghistoriskan sebuah realitas.
5.     Karya sastra mempunya masyarakat sebagai pendukungnya.


2.      UNSUR-UNSUR INTERNAL TEKS MENURUT TEORI STRUKTURALISME GENETIK

Unsur instrinsik dalam teori strukturalisme genetik dipandangan sebagai dasar pemijakan awal dalam proses penelitiannya. Unsur-unsur tersebut adalah :
1.     Tema : unsur misi sebuah cerita
2.     Karakter : unsur penyusung amanat
3.     Alur : unsur memungkinkan amanat sampai tujuan
4.     Setting :
unsur waktu adalah unsur kapan terjadinya plot
unsur tempat adalah unsur dimana terjadinya plot
unsur suasana adalah unsur keadaan terjadinya plot
5.     Sudut pandang : unsur bagaimana cerita dimulai
6.     Gaya bahasa : ungkapan yang terjalin dari awal hingg akhir

3.      UNSUR-UNSUR EKSTERNAL TEKS MENURUT TEORI STRUKTURALISME GENETIK

Unsur eksternal dalam teori strukturalisme genetik dipandnag sebagai asal usul karya sastra tersebut diciptakan.
Yakni mencakup : historis, sosial, ekonomi, politik, lingkungan, pengarang, masyarakat, pendidikan, dan kemanusian.

4.      PENDEKATAN TEORI STRUKTURALISME GENETIK

Pendekatan teori strukturalisme genetik mempercayai bahwa karya sastra itu merupakan sebuah struktur yang terdiri dari perangkat kategori yang saling berkaitan satu sama lainnya sehingga membentuk yang namanya strukturalisme genetik, kategori yang dimaksud adalah fakta kemanusian yang berarti struktur yang bermakna dari segala aktivitas atau prilaku manusia baik yang verbal maupun yang fisik yang berusaha dipahami oleh pengetahuan sebagaimana yang telah diungkapkan Goldmann bahwa kategori tersebut bertalian satu sama lain, kategori tersebut adalah fakta kemanusian, pandangan dunia, pemahaman dan penjelasan.[2]
Pendekatan strukturalisme genetik, memandang karya sastra dari dua sudut, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Karena itu, karya sastra tidak akan dapat dipahami secara utuh jika keseluruhan kehidupan masyarakat yang telah melahirkan teks sastra diabaikan begitu saja. Pengabaian unsur masyarakat, mengakibatkan penelitian menjadi pincang. Berdasarkan hal-hal di atas, Goldmann memberikan rumusan penelitian strukturalisme genetik ke dalam tiga hal, yakni: (1) penelitian terhadap karya sastera seharusnya dilihat sebagai suatu kesatuan; (2) karya sastera yang diteliti seharusnya karya sastera yang bernilai sastera, yaitu karya sastera yang mengandung tegangan (tension) antara keragaman dalam kesatuan dan keseluruhan (a coherent whole); dan (3) dianalisis dengan latar belakang sosial.
Secara definitif, Goldmann menjelaskan pandangan dunia sebagai ekspresi psike melalui hubungan dialektis, kolektifitas tertentu dengan lingkungan sosial dan fisik, dan terjadi dalam periode bersejarah yang panjang. Pandangan dunia dipermasalahkan dalam berbagai disiplin, dan dengan sendirinya dengan definisi yang berbeda-beda. Pandangan dunia sebagaimana dimaksudkan dalam karya satra, khusunya menurut visi strukturalisme genetik yang berfungsi untuk menunjukkan kecenderungan kolektifitas tertentu.
Teknik analisis yang digunakan dalam strukturalisme genetik adalah model dialektik yang melingkar. Model ini mengutamakan makna koheren (saling berhubungan). Menurut Goldmann, teknik pelaksanaan metode dialektik yang melingkar berlangsung sebagai berikut. Pertama, peneliti membangun sebuah model yang dianggapnya memberikan tingkat probabilitas tertentu atas dasar bagian. Kedua, ia melakukan pengecekan terhadap model tersebut dengan membandingkannya dengan keseluruhan dengan cara menentukan hal sebagai berikut

1.      Sejauh mana setiap unit yang dianalisis tergabungkan dalam hipotesis yang menyeluruh
2.      Daftar elemen-elemen dan hubungan-hubungan baru yang tidak diperlengkapi dengan model semula
3.      Frekuensi elemen-elemen dan hubungan-hubungan yang diperlengkapinya dalam model yang sudah dicek itu
Setelah menelaah karya sastra dari ketiga langkah ini, maka akan didapati benang merah yaitu makna totalitas. Makna totalitas, merupakan sebuah harapan maksud yang ingin disampaikan oleh pengarang.

5.      ASUMSI TEORI STRUKTURALISME GENETIK TERHADAP SEBUAH KARYA SASTRA

Goldmann menyebutkan bahwa ia percaya karya sastra merupakan sebuah struktur, akan tetapi struktur tersebut bukanlah sesuatu yang statis (diam), melainkan merupakan produk dari proses sejarah yang terus menerus berlangsung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karya sastra itu agung, besar, kuat, dan menjadi syarat dalam penelitian strukturalisme genetik.
Goldmann mengemukakan dua pendapat mengenai karya sastra pada umumnya. Pertama, bahwa karya sastra merupakan ekspresi pandangan dunia secara imajiner. Kedua, bahwa dalam usahanya mengekspresikan pandangan dunia itu pengarang menciptakan semesta tokoh-tokoh, objek-objek, dan relasi-relasi secara imajiner. Goldmann juga menyatakan bahwa karya sastra adalah konsep struktur yang memiliki arti. Karena memiliki struktur, karya sastra harus koheren atau cenderung koheren. Karena memiliki arti, karya sastra berkaitan dengan usaha manusia memecahkan persoalan-persoalannya dalam kehidupan sosial yang nyata. [3]
Menurut Goldmann yang kuat adalah yang punya kesatuan dan keragaman yang didalamnya saling berkaitan sehingga membentuk teori ini, yakni fakta kemanusian, subjek kolektif, strukturasi, dan pandangan dunia.

6.      METODE ATAU PROSEDUR OPERASIONAL TEORI STRUKTURALISME GENETIK
Metode atau prosedur operasional penelitian teori strukturalisme genetik :
1.      Membentuk teks yang dipakai sebagai objek kajian dengan membandingkan teks secara filosofi dari awal hingga akhir
2.      Menentukan fokus opbjek kajian yaitu makna totalitas teks dengan merumuskan pandangan dunia kemudian menganalisis struktur teks dan menghubungkannya dengan struktur sosial teks.
3.      Melakukan kajian pustaka yang mendukung penulisan dan pembahasan mengenai teks seperti buku-buku sosial budaya baik tentang keadaan masyarakat pada masa tersebut, atau karya lain dari pengarangnya untuk mengetahui informasi adanya keterkaitan hubungan antar teks.
4.      Manganalisis objek kajian dengan teori strukturalisme genetik dan metode dialektis.
Metode atau prosedur lain adalah :
1.      Membangun teori strukturalisme genetik sesuai dengan genre yang diteliti
2.      Melakukan pembacaan cermat, mencatat unsur struktur didalamnya.
3.      Studi diawali dengan kajian unsur instrinsik sebagai data awal.
4.      Hubungkan unsur instrinsik dengan realitas masyarakat saat sastra tersebut diciptakan.
5.      Peristiwa penting dari zamannya dihubungkan dengan unsur instrinsik karya sastra tersebut.

7.      KELEBIHAN TEORI STRUKTURALISME GENETIK
Kelebihan teori strukturalisme genetik kalau dibandingkan dengan strukturalisme murni dan dinamik, strukturalisme genetik memiliki keunggulan yang dominan ketimbang kedua teori tersebut, strukturalisme genetik dikembnagkan atas dasar penolakan terhadap strukturalisme murni yang mengkaji karya sastra terhadap unsur internalnya saja. Strukturalisme genetik menolak peranan bahasa sastra sebagai bahasa sayang khas. Melihat bahwa peranan pembaca dan penulis dalam rangka komunikasi sastra, dan strukturalisme genetik melangkah lebih jauh struktur sosial dan karya sastra dapat dipahami dari asalnya dan terjadinya. [4]
8.      KELEMAHAN TEORI STRUKTURALISME GENETIK
Karya sastra yang diteliti hanya karya sastra yang agung dan kuat, karena akan ada pembatasan analisis dan syarat dalam standar teori ini.
9.      TEORI STRUKTURALISME GENETIK LUCIAN GOLDMANN
Teori strukturalisme genetik Lucian Goldmann mengukuhkan adanya hubungan antara sastra dengan masyarakat melalui pandangan dunia atau ideologi yang diekspresikanya.[5] Goldmann lebih tertarik kepada struktur sebuah karya sastra dibandingkan dengan isinya. Sedangkan istilah genetik ia gunakan karena ketertarikannya terhadap pemahaman sebagaimana historis memproduksi sebuah struktur mental. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Goldmann lebih memperhatikan hubungan antara suatu karya sastra dengan kondisi historis dilahirkannya. Akan tetapi, beberapa kritik terhadapnya menunjukkan bahwa teori tersebut masih terlalu sederhana untuk memahami dan menjelaskan fenomena sosial sastra.

10.   APLIKASI TEORI STRUKTURALISME GENETIK LUCIAN GOLDMANN
DALAM CERPEN KARYA JABBAR YASIN HUSSEIN YANG BERJUDUL PERPISAHAN
1.      BAB 1 UNSUR INTERNAL (STRUKTURAL)
·         Tema : kesedihan seorang anak “Aku” akan kehilangan kebahagian dan berusaha mengembalikan cerita masa lalunya.
·         Karakter :
(Aku)
a.       Aku : seorang anak yang sedih kehilangan kebahagian, rumah dan identitas.
b.      Aku : seorang anak yang pergi dari rumahnya.
(Ibu)
a.       Pengiba dan sedih saat kepergian anaknya.
(Saudara Perempuan)
a.       Penuh kasih sayang pada tokoh Aku dan sedih saat ditinggal.
(Istri Saudara )
a.       Tegar
(Kakak Laki-laki )
a.       Tegar
(Ayah)
a.       Tegar
·            Waktu : sore hari
·            Tempat : di rumah
·            Suasana : hening dan haru
·            Plot : maju-mundur
2.      BAB 2 UNSUR EKSTERNAL
·            BIODATA PENULIS
Jabbbar Yasin Hussein lahir tahun 1954 di Bagdad, Iraq. Ia bergabung dalam partai komunis pada usia 14 tahun. Ia berulang kali disiksa karena kegiatan politiknya, dan dia juga pernah menjabat sebagai ketua komunis Bagdad. Jabbar Yasin menempuh pendidikan di Universitas Bagdad, lalu bekerja sebagai wartawan, kemudian dilarang. Ia juga aktiv menulis novel, cerpen, puisi, dan dongeng untuk anak-anak. Jabbar juga sempat larikan diri dan diasingkan ke Prancis, di sana ia mendirikan jurnal “Aswad” yang mengkritik kepemimpinan Presiden Iraq saat itu yakni Saddam Husein. Banyak terjemahan dari puisinya dari bahasa Arab ke bahasa Perancis. Beberapa hadiah dan penghargaan diterimanya salah satunya sebagai “Author Grenzen” tahun 2004. Gaya kepenulisan Jabbar sendiri dalam teksnya berurusan dengan trauma pengasingan, kehilangan rumah dan identitas, baik rumah dan penghasilan, tidak ada unsur mistik, namun tidak dapat mengatasi nostalgia terhadap masa lalu, ia juga sulit menerima hal-hal baru selama pengasingan.
kepemimpinan dari Saddam Hussein adalah Otokratis dan Militeristis. Dia telah memimpin Irak dari tahun 1979-2003. Dia adalah seorang diktaktor Irak dan salah satu pemimpin dunia yang paling keras terutama pada Amerika Serikat dan Israel.
Seperti ciri dari pemimpin yang otokratis, Saddam dalam memimpin Irak memiliki ambisi pribadi, dia ingin menjadi penguasa, tak hanya penguasa Irak tapi juga penguasa Arab. Saddam rela menggunakan berbagai cara untuk melanggengkan ambisinya tersebut, termasuk dengan cara-cara represif. Dia tanpa segan melakukan tindakan represif pada orang-orang maupun pihak yang berseberangan dengannya. Selama masa pemerintahannya, ia kerap kali melakukan manuver yang cukup ekstrim. Ia menganggap bawahannya sebagai alat untuk dapat mewujudkan ambisinya. Seperti namanya, Saddam adalah orang yang keras kepala dan tidak mau menerima saran atau kritik dari bawahannya apabila itu berseberangan dari tujuannya. Dia telah membawa Irak menjalani peperangan tiada akhir, seperti perang Teluk 1 dan perang Teluk 2.
Sikap represif dari Saddam Hussein banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak, pihak terdepan adalah Amerika Serikat. Ia harus menerima konsekuensi dari sikapnya tersebut. Banyak peringatan dari PBB maupun pengerahan militer dari AS harus ia rasakan, disini pihak yang paling merasakan dampak dari sikap egois Saddam adalah masyarakat Irak yang tak bersalah. Dan dari sinilah Saddam mulai dibenci dan dukungan terhadapnya mulai berkurang.
Saddam Hussein juga memiliki ciri pemimpin yang militeristis. Untuk mewujudkan ambisinya pasti ia menuntut tak hanya dirinya sendiri, tapi juga bawahannya untuk selalu disiplin. Disiplin dalam segala hal terutama disiplin memanfaatkan waktu. Ia sering menggunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya. Tak salah jika ia adalah pemimpin yang ditakuti pada masanya.

·                Isu sosial
Saat tahun 1976, masa dimana Jabbar Hussein hidup dan diasingkan adalah saat kepemimpinan presiden Iraq, Sadam Hussein. Kepemimpinan Saddam Hussein sendiri mulai tahun 1968-2003), banyak terjadi peperangan oleh kaum komunis yang ingin menggulingkan rezim kepresidenan. Hingga Jabbar sendiri diasingkan ke Perancis akibat presiden saat itu khawatir kepimpinan beliau.
·                Alasan kepenulisan Cerpen
Cerpen ini ditulis karena dilatar belakangi oleh keadaan penulis yang merasa trauma, diasingkan, kehilangan rumah dan identitas, serta penghasilan. Hal tersebut memiliki kesamaan dalam tokoh “Aku” yang kehilangan rumah, keluarga, cinta, harta, dan identitas. Dapat diambil kesimpulan bahwa cerpen ini adalah representasi dari kehidupan penulis sebenarnya.

·                           Isu politik
Masa kepemimpinan Saddam Huseein dinilai menjadi masa kepemimpinan yang diktator, semua elemen harus tunduk pada kebijakan dan perintah yang buatnya, sehingga masyarakat sering melakukan proses sebagai wujud dari ketidakpuasaan dari kepemimpinannya, munculah kelompok kaum komunis yang menjadi kaum kontra dalam kebijakannya, Saddam Husein merasa khawatir akan hal tersebut sehingga memerintahkan pasukannya untuk memerangi kelompok tersebut. 
Pada 1976, Saddam tampil sebagai figur militer paling kuat di angkatan bersenjata Irak. Dia pun dengan cepat beralih menjadi aktor yang memainkan peran penting di tubuh pemerintahan pada masa itu.Pada 1979, Saddam resmi memegang tampuk kekuasaan di Irak. Di bawah pemerintahannya, Irak segera berubah menjadi negara terkuat di Timur Tengah untuk beberapa masa lamanya.
addam dikenal otoriter dan berkuasa melebihi sepupunya, Hasan. Ia banyak melakukan aksi represif terhadap rakyat Irak dan mulai membangun jaringan polisi rahasia serta menyingkirkan pihak-pihak yang tidak tunduk padanya. Lambat laun, ayah dari lima orang anak ini mulai menguasai pemerintahan dan berhasil menyingkirkan Hasan al-Bakr. Ia menggantikan posisi Hasan sebagai presiden yang mulai berkuasa pada tahun 1979.
Saddam condong terpusat pada pekerjaan, dia memberikan petunjuk pada bawahan, selalu mengadakan pengawasan secara ketat terhadap bawahan , dia juga meyakinkan pada bawahan untuk melakukan tugas sesuai keinginannya serta lebih menekankan pada pelaksanaan tugas daripada pembinaan dan pengembangan bawahannya.
kepemimpinan dari Saddam Hussein adalah Otokratis dan Militeristis. Dia telah memimpin Irak dari tahun 1979-2003. Dia adalah seorang diktaktor Irak dan salah satu pemimpin dunia yang paling keras terutama pada Amerika Serikat dan Israel.
Seperti ciri dari pemimpin yang otokratis, Saddam dalam memimpin Irak memiliki ambisi pribadi, dia ingin menjadi penguasa, tak hanya penguasa Irak tapi juga penguasa Arab. Saddam rela menggunakan berbagai cara untuk melanggengkan ambisinya tersebut, termasuk dengan cara-cara represif. Dia tanpa segan melakukan tindakan represif pada orang-orang maupun pihak yang berseberangan dengannya. Selama masa pemerintahannya, ia kerap kali melakukan manuver yang cukup ekstrim. Ia menganggap bawahannya sebagai alat untuk dapat mewujudkan ambisinya. Seperti namanya, Saddam adalah orang yang keras kepala dan tidak mau menerima saran atau kritik dari bawahannya apabila itu berseberangan dari tujuannya. Dia telah membawa Irak menjalani peperangan tiada akhir, seperti perang Teluk 1 dan perang Teluk 2.
Sikap represif dari Saddam Hussein banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak, pihak terdepan adalah Amerika Serikat. Ia harus menerima konsekuensi dari sikapnya tersebut. Banyak peringatan dari PBB maupun pengerahan militer dari AS harus ia rasakan, disini pihak yang paling merasakan dampak dari sikap egois Saddam adalah masyarakat Irak yang tak bersalah. Dan dari sinilah Saddam mulai dibenci dan dukungan terhadapnya mulai berkurang.
Saddam Hussein juga memiliki ciri pemimpin yang militeristis. Untuk mewujudkan ambisinya pasti ia menuntut tak hanya dirinya sendiri, tapi juga bawahannya untuk selalu disiplin. Disiplin dalam segala hal terutama disiplin memanfaatkan waktu. Ia sering menggunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya. Tak salah jika ia adalah pemimpin yang ditakuti pada masanya.


3.      FAKTA KEMANUSIAN
Kesedihan yang mendalam yang dirasakan oleh tokoh “Aku” yang kehilangan materi dan non materi diakibatkan oleh kekejaman pemimpinan yang ada. Lingkungan yang selalu berperang, pemerintah yang melakukan banyak kekerasaan pada masyarakat, sehingga kematian, pembunuhan, penembakan oleh miler ditengah jalan, adanya pemukulan, menjadi motivasi untuk menulis cerpen ini, fakta-fakta yang ditemui dan dirasakan menjadi bahan untuk mengarang.
4.      OBJEK KOLEKTIF

5.      PANDANGAN DUNIA
Pandangan dunia pengarang dalam cepen tersebut yaitu pengarang mempunyai rasa simpati pada nasib yang mengerikan  dialami oleh kaumnya dalam kepemimpinan Saddam Huseein, lebih dari itu, pengarang ingin memberitakan kepada khalayak ramai bagaimana penderitaan orang-orang diasingkan jauh dari rumahnya, kehilangan materi dan non materi, kepanikan dan ketakutan kaumnya, banyaknya terjadi penembakan, pembunuhan, pemukulan, dan kejahatan oleh pasukan militer yang dilakukan di jalan.



[3] FarukPengantar Sosiologi Sastra, Pustaka Pelajar Yogyakarta, Yogyakarta,  1994, hlm. 17.
[5] Faruq, Pengantar Sosiologi Sastra, ( Yogyakarta: Pustaka Pelajar Yogayakarta, 1994), hlm. 37.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percakapan Sepasang yang Melawan Terinspirasi oleh buku “Pejalan Anarki” Karya Jazuli Imam

Percakapan Sepasang yang Melawan Terinspirasi oleh buku “Pejalan Anarki” Karya Jazuli Imam Percakapan ini bermula dari keresahan-keresahan yang tidak tahu harus dimana ditumpahkan, mereka dua anak manusia yang berusaha melawan, baik penindasan yang mereka sendiri rasakan dan juga penindasan pada rakyat yang terjadi di negeri ini. Mereka berdua sepasang yang memiliki keunikan masing-masing dan mereka punya cara dalam melawan. Intip saja percakapan mereka di bawah ini. Asmara        : Apa yang sebenarnya sedang ku cari ? hanya lelah yang ku dapati, rasanya ingin pulang saja, ingin menjauh dari kota dan meninggalkan benang kusut di sana. El                : Begini nona, anggap saja semua ini proses bagimu, proses menuju kedewasaan, Asmara       : Bagaimana harus sesulit ini pak ? El            ...

RESEP RENDANG SIMPLE ALA AYANG

resep Rendang Padang ala ayang Bahan-bahan yang diperlukan: 1 kg daging 1 kg santan kental 2 buah bulatan bawang putih 10 buah bawang merah ukuran sedang 2 buah jahe ukuran jempol 4 buah lengkuas ukuran jempol ¼   Cabe merah giling 10 helai daun jeruk 2 batang daun serai 1 bungkus asam jawa 5 buah bumbu cengkeh 1 buah pala 1 bungkus ketumbar Cara memasak : Iris seluruh bawang merah dan giling hingga halus dengan blender Lalu bawang merah yang halus tadi, tumis ke dalam kuali hingga kuning dengan sedikit minyak Lalu haluskan bawang putih, jahe, lengkuas, dan masukan ke dalam kuali bersama dengan bawang merah tadi. Setelah bumbu tercampur, masukan cabe merah giling, dan aduk kembali sampai semuanya merata, dan mengeluarkan aroma. Setelah itu, masukan daging yang telah diiris kecil jangan terlalu kecil karena ditakukutkan hancur selama proses memasak ke dalam bumbu yang sedang ditumis Pastikan daging dan...

Cerita Aladin dan Lampu Ajaib dalam Bahasa Arab

  علاء الدين والمصباح السحرى كان فى قديم الزمان ساحر من بلاد الحبشة. وقد قرأ هذ الساحر فى الكتب انه يوجد فى بلاد الصين مصباح سحرى يقضى كل شىء. فكر هذا الساحر فى الذهاب الى بلاد الصين ليبحث عن هذا المصباح العجيب, فسافر من بلاده ليال وأياما, واسابيع وشهورا. حتى وصل الى بلاد الصين. وهناك سأل الناس عن مكان المصباح. فقال له الناس : ان هذا المصباح تحت الأرض, فى قصر مهجور, ولهذا القصر باب ضيق جدّا يكفى فقد لمور ولد صغير فى داخله . ويقال ان يلمس هذا الباب فى أثناء الدخول او الخروج ينطبق عليه الباب فى الحال. بحث الساحر الحبشى عن مكان القصر حتى وجد. ولكنه وجد الباب صغيرا جدا. ولأ يمكنه ان يدخل منه. فبحث عن ولد صغير الجسم. ليدخل فى هذا القصر تحت الأرض. وأخذ يبحث ويبحث حتى وجد الولد الصغير الذى يريده واسمه "علاء الدين". قال الساحر الحبسشى لعلاء الدين : ادخل منا الباب. وانزل تحت الأرض, وستجد حجرات مملوءة بالذهاب والفضة والجوهر, فاملا جيوبك من هذا الأشياء, وستجد مصباحا صغيرا قديما فهاته وتعال, وخذ هذا الحاتم معك. ثم اعطاه خاتما صغيرا لبسه. ونسى ان يقول له لماذ أعطاه ا...